Ketika Anda memahami hukum-hukum ini, Anda berhenti memohon kepada realitas dan mulai memerintahnya.
Alam semesta selalu mendengarkan. Pertanyaannya adalah, apa yang sedang Anda siarkan?
Hukum-hukum ini tidak diciptakan untuk khalayak ramai. Hukum-hukum ini tersembunyi di kuil-kuil, dibisikkan melalui garis keturunan, dikodekan dalam batu dan simbol.
Mereka yang menguasai alam ini mengetahuinya.
*. Itulah mengapa mereka melakukan ritual.
*. Itulah mengapa mereka mengulanginya.
*. Itulah mengapa mereka bergerak dalam siklus sementara mereka yang tertidur bergerak dalam lingkaran.
Mengetahui hukum-hukum ini berarti keluar dari status korban. Menguasainya berarti menjadi berbahaya bagi sistem-sistem palsu.
Alam semesta tidak menghargai kepercayaan. Ia menghargai keselarasan.
Langgar hukum-hukum ini dan Anda akan dihancurkan olehnya.
Bergeraklah bersama mereka, dan realitas akan berubah.
Ini bukan spiritualitas. Ini adalah hukum kosmik, lebih tua dari bahasa, lebih tua dari waktu.
Ingatlah siapa diri Anda sebelum Anda diajari untuk melupakan. Dan mereka yang mengingat akan bangkit.
Tidak ada yang acak di alam ini. Realitas bergerak berdasarkan hukum, bukan keberuntungan. Alam semesta itu tepat dan selalu merespons.
12 Hukum Universal (juga dikenal sebagai Hukum Alam Semesta). Hukum-hukum ini dianggap sebagai fondasi bagaimana energi dan realitas bekerja di seluruh alam semesta.
Berikut adalah ringkasan dari 12 Hukum Universal tersebut:
1. Hukum Kesatuan Ilahi (The Law of Divine Oneness)
Hukum utama yang menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta saling terhubung. Setiap pikiran, tindakan, dan peristiwa memengaruhi orang lain dan dunia secara keseluruhan. Kita semua berasal dari sumber energi yang sama.
2. Hukum Getaran (The Law of Vibration)
Segala sesuatu di alam semesta bergerak dan memiliki frekuensi getaran tertentu. Tidak ada yang benar-benar diam. Pikiran dan perasaan Anda juga memiliki getaran yang menarik hal-hal dengan frekuensi serupa.
3. Hukum Korespondensi (The Law of Correspondence)
Prinsip ini menyatakan bahwa pola-pola yang ada di tingkat makrokosmos (alam semesta) tercermin di tingkat mikrokosmos (diri kita). Singkatnya: "As above, so below" (apa yang terjadi di dalam pikiran Anda akan tercermin dalam kehidupan luar Anda).
4. Hukum Tarik-Menarik (The Law of Attraction)
Inilah hukum yang paling populer. Energi yang serupa akan saling tarik-menarik. Jika Anda memancarkan energi positif, Anda akan menarik orang, situasi, dan hasil yang positif ke dalam hidup Anda.
5. Hukum Tindakan Terilhami (The Law of Inspired Action)
Manifestasi tidak cukup hanya dengan berpikir positif. Anda harus mengambil langkah nyata yang selaras dengan tujuan Anda. Tindakan ini biasanya muncul dari dorongan batin (intuisi) untuk mencapai apa yang diinginkan.
6. Hukum Transmutasi Energi Abadi (The Law of Perpetual Transmutation of Energy)
(Seperti yang dijelaskan sebelumnya) Energi selalu bergerak dan berubah bentuk. Kita memiliki kemampuan untuk mengubah energi negatif menjadi positif melalui fokus mental.
7. Hukum Sebab dan Akibat (The Law of Cause and Effect)
Sering disebut sebagai Karma. Setiap tindakan memiliki konsekuensi yang setara. Apa yang Anda tanam (baik atau buruk), itulah yang akan Anda tuai.
8. Hukum Kompensasi (The Law of Compensation)
Hukum ini adalah penerapan dari sebab-akibat terkait dengan berkah dan kelimpahan. Anda akan menerima imbalan atas apa yang Anda berikan kepada dunia, baik itu dalam bentuk uang, kasih sayang, atau persahabatan.
9. Hukum Relativitas (The Law of Relativity)
Setiap masalah atau tantangan bersifat netral sampai kita membandingkannya dengan sesuatu yang lain. Hukum ini mengajarkan kita untuk mengubah perspektif agar kita bisa melihat masalah sebagai pelajaran yang bisa diatasi.
10. Hukum Polaritas (The Law of Polarity)
Segala sesuatu memiliki lawan: terang dan gelap, panas dan dingin, atas dan bawah. Tanpa kegagalan, kita tidak akan mengerti arti keberhasilan. Kita bisa mengubah pikiran kita dengan fokus pada sisi kutub yang berlawanan.
11. Hukum Irama (The Law of Rhythm)
Segala sesuatu memiliki siklus dan pasang surut, seperti musim atau detak jantung. Tidak ada yang selalu berada di atas atau selalu di bawah. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan saat berada di fase yang sulit.
12. Hukum Gender (The Law of Gender)
Segala sesuatu memiliki energi maskulin (tindakan, logika) dan feminin (intuisi, penerimaan). Keduanya harus seimbang agar penciptaan bisa terjadi. Hukum ini juga mengatur tentang "masa inkubasi" atau waktu yang dibutuhkan sebuah benih/ide untuk tumbuh.